Tentang Email

Surat elektronik (disingkat ratel, ratron, surel, atau surat-e) atau surat digital atau pos elektronik (disingkat pos-el) atau nama umumnya dalam bahasa Inggris “e-mail atau email” (ejaan Indonesia: imel) adalah sarana kirim mengirim surat melalui jalur jaringan komputer (misalnya Internet).
Dengan surat biasa umumnya pengirim perlu membayar per pengiriman (dengan membeli perangko), tetapi surat elektronik umumnya biaya yang dikeluarkan adalah biaya untuk membayar sambungan Internet. Tapi ada perkecualian misalnya surat elektronik ke telepon genggam, kadang pembayarannya ditagih per pengiriman.
  1. Cara Kerja Email
Pada email server terdapat dua server yang berbeda yaitu incoming dan outgoing server. server yang biasa menangani outgoing email adalah server SMTP(Simple Mail Transfer Protocol) pada port 25 sedangkan untuk menangani incoming email adalah POP3(Post Office Protcol) pada port 110 atau IMAP(Internet Mail Access Protocol) pada port 143.
Saat anda mengirim email maka email anda akan ditangani oleh SMTP server dan akan dikirim ke SMTP server tujuan, baik secara langsung maupun melalui melalui beberapa SMTP server dijalurnya. apabila server tujuan terkoneksi maka email akan dikirim, namun apabila tidak terjadi koneksi maka akan simasukkan ke dalam queue dan di ‘resend setiap 15 menit’. Apabila dalam 5 hari tidak ada perubahan maka akan diberikan undeliver notice ke inbox pengirim.
Apabila email terkirim email akan masuk pada POP3 server atau IMAP server. jika menggunakan POP3 server maka apabila kita hendak membaca email maka email pada server di download sehingga email hanya akan ada pada mesin yang mendownload email tersebut, dengan kata lain kita hanya bisa membaca email tersebut pada device yang mendownload email tersebut. berbeda dengan POP3 IMAP server mempertahankan email pada server sehingga email dapat dibuka kembali lewat device yang berbeda .
Contoh E-mail akan di kirim dari komputer Ani dengan alamat e-mail ani@a.id ke rekan Ani yang bernama Beno dengan alamat e-mail beno@b.id.
Langkah yang akan terjadi adalah sebagai berikut,

  1. Ani (ani@a.id) menulis e-mail-nya di komputer menggunakan perangkat lunak untuk menulis e-mail, seperti, Thunderbird atau Evolution. Pada kolom To: di masukan alamat tujuan e-mail dalam hal ini beno@b.id. Tombol “Send” di tekan untuk mengirimkan e-mail ke mesin SMTP Server milik ISP A yang bernama smtp.a.id.
  2. Setelah mesin smtp.a.id menerima e-mail dari Ani (ani@a.id) yang ditujukan kepada Beno (beno@b.id). Server smtp.a.id men-cek alamat e-mail tujuan (dalam hal ini beno@b.id). Mesin smtp.a.id membutuhkan informasi ke server mana e-mail untuk mesin b.id harus di tujukan. Untuk memperoleh informasi tersebut mesin smtp.a.id bertanya ke Name Server (NS) ns.b.id di Internet yang membawa informasi tentang domain b.id.
  3. Mesin Name Server ns.b.id memberitahukan mesin smtp.a.id, bahwa semua e-mail yang ditujukan kepada b.id harus dikirim kepada mesin smtp.b.id.
  4. Setelah memperoleh jawaban dari ns.b.id, bahwa e-mail harus dikirim ke mesin smtp.b.id, maka mesin smtp.a.id berusaha untuk menghubungi mesin smtp.b.id. Setelah mesin smtp.b.id berhasil di hubungi, mesin smtp.a.id akan mengirimkan teks e-mail dari Ani (ani@a.id) yang ditujukan kepada Beno (beno@b.id) ke mesin smtp.b.id.
  5. Beno (beno@b.id) yang sedang menjalan perangkat lunak pembaca e-mail di komputer-nya akan mengambil e-mail dari server smtp.b.id. E-mail dari Ani (ani@a.id) akan terambil dan dapat di baca secara lokal di komputer Beno (beno@b.id).
Seluruh proses pengiriman e-mail ini akan memakan waktu beberapa detik saja, termasuk untuk mencapai tujuan di belahan dunia Amerika atau Eropa. Tentunya cara di atas bukanlah satu-satunya, cara lain yang banyak digunakan untuk mengirimkan e-mail adalah menggunakan perantara Webmail. Prinsip kerja Webmail juga sama dengan apa yang di terangkan di atas, hanya saja perangkat lunak di sisi Ani berupa Web yang di akses melalui Internet.

EMAIL CLIENT
E-Mail client adalah software yang digunakan untuk mengirim dan menerima e-mail melalui komputer Anda tanpa browser. Cukup dengan menjalankan software e-mail client secara otomatis e-mail akan terdownload ke komputer Anda. Saat Anda tidak terkoneksi dengan internet, Anda dapat membaca e-mail – e-mail yang telah di download tersebut.
Beberapa pilihan software e-mail client :
  • Outlook ExpressSoftware ini secara otomatis terinstall pada Windows XP pada full install. Penggunaannya praktis, hanya saja tidak memiliki fitur perlindungan SPAM yang efektif.
  • Microsoft OutlookSoftware yang masuk dalam Microsoft Office ini kaya fitur, diantaranya sudah terintegrasi dengan calendar, todo list, dan memiliki mekanisme perlindungan SPAM yang baik.
  • ThunderbirdSoftware free ini dikembangkan oleh Mozilla dengan dilengkapi fitur perlindungan SPAM yang sangat fleksibel karena dapat kita konfigurasikan secara detail. Selain itu software ini juga dilengkapi dengan e-mail tagging yang cara kerjanya mirip dengan label pada Gmail. Sayangnya software ini tidak memiliki integrasi langsung dengan calendar meskipun tersedia add-on untuk calendar.
  • Mail pada Mac OS XReview : kerap disebut Apple Mail, secara default software Mail ini sudah terinstall pada Mac OS X. Sebagai software mail client default pada Mac OS X, software ini memiliki mekanisme perlindungan SPAM yang cukup baik.
  • Windows Mail Review : Windows Mail adalah pengganti Outlook Express pada Windows Vista. Sebagai versi baru dari Outlook Express, Windows Mail kaya dengan fitur – fitur baru. Di antaranya adalah perlindungan terhadap SPAM yang lebih baik dan integrasi dengan Calendar yang sudah termasuk di dalamnya.
EMAIL SERVER
Sama halnya dengan surat biasa (snail mail) yang harus melewati beberapa kantor pos sebelum sampai ke tujuannya, begitu dikirimkan oleh seseorang melalui komputer yang tersambung ke internet sebuah email masuk ke beberapa komputer lain di sepanjang jaringan internet. Komputer-komputer itu disebut dengan email server. Ketika e-mail tersebut sampai ke server yang menjadi tujuan (seperti yang ditunjuk pada alamat email – kepada siapa kita menulis e-mail) email tersebut disimpan pada sebuah e-mailbox (kotak surat). Si pemilik alamat e-mail baru bisa mendapatkan e-mail itu kalau yang bersangkutan mengecek emailbox-nya. Jadi, tidak benar kalau dibayangkan bahwa untuk bisa menerima e-mail kita harus terhubung terus menerus dengan internet.
Email server adalah suatu server yang bertugas untuk mengatur segala lalulintas email atau bisa berfungsi juga sebagai gateway email untuk keluar (internet), contoh software/aplikasinya adalah Wingate, Winroute, Lansuite, Sendmail.
Mail Server adalah program daemon yang bekerja menampung dan mendistribusikan email dalam suatu jaringan. Protokol yang umum digunakan antara lain protokol SMTP, POP3 dan IMAP. SMTP (Simple Mail Transfer Protocol) digunakan sebagai standar untuk menampung dan mendistribusikan email, sedangkan POP3 (Post Office Protocol v3) dan IMAP (Internet Mail Application Protocol) digunakan agar user dapat mengambil dan membaca email secara remote yaitu tidak perlu login ke dalam sistem shelll mesin mail server tetapi cukup menguhubungi port tertentu dengan mail client yang mengimplementasikan protocol POP3 dan IMAP.
Komponen-Komponen Mail Server: MUA, MTA, MDA
Beberapa Mail Server
  • Sendmail
Sendmail merupakan MTA yang paling tua di Internet yang dibuat oleh Eric Allman. Pada saat ini, hampir semua distribusi Linux dan BSD menggunakan sendmail sebagai MTA standarnya. Dengan semakin berkembangnya internet dan perusahaan-perusahaan didunia, sendmail merupakan pilihan banyak perusahaan di dunia seperti SUN dan IBM. Sampai sekarang pun masih banyak perusahan yang masih menggunakan sendmail sebagai MTA nya. Tapi hal ini bukan menunjukkan bahwa sendmail belum tentu merupakan software MTA yang cocok buat perusahaan anda. Sendmail menggunakan bahasa makro dengan m4 sebagai kompilernya, dengan tingkat pemahaman yang lebih sulit serta syntax bahasanya juga relatif susah. Meskipun demikian sendmail juga menyediakan file-file contoh konfigurasi dengan keterangan dan dokumentasi yang lengkap sehingga mudah digunakan dalam beberapa kondisi tertentu. Sendmail versi unix merupakan opensource software.
Sendmail menerapkan fasilitas standar internet mail routing seperti aliasing, forwarding, routing otomatis melalui sebuah network gateway dan konfigurasi yang fleksibel. Selain SMTP, protokol lain yang didukung oleh sendmail adalah UUCP dan X.400, sehingga memungkinkan pengalamatan yang unix seperti user@domain atau seperti pengalamatan UUCP misalnya host!user. Format email yang bisa diteruskan oleh sendmail adalah text format saja, jika ada file binary yang disertakan maka digunakan uuencode. Sendmail juga mendukung fasilitas anti SPAM maupun filter terhadap virus, serta beberapa fitur kemanan, misalnya kemampuan untuk menolak email jika sender domain tidak valid.
Fitur menarik lain yang ditawarkan adalah kemampuan untuk menolak suatu email berdasarkan ukuran header dari sebuah email. Hal ini untuk mencegah para spammer untuk meneruskan email dengan header yang terlalu banyak atau terlalu panjang. Pada versi komersial (sendmail pro) beberapa fitur security ditambahkan untuk menghindari SPAM yang masuk ke mail server diantaranya adalah, access database yang memungkinkan pembatasan email berdasarkan pengirim, domain ataupun alamat IP, MAPS RBL (Mail Abuse Prevention System Real Time Blackhole List) yaitu database mail server yang open relay, serta beberapa fungsi tambahan misalnya volume limit (pembatasan total dari jumlah atau ukuran email) dan ukuran sebuah email.
  • Qmail
Qmail adalah sebuah software MTA yang dibuat oleh Dan Bernstein, yang ditujukan sebagai pengganti sendmail yang telah mendominasi disetiap sistem operasi UNIX. Software ini menggunakan protokol SMTP untuk mengirimkan email ke MTA / server yang lain. Qmail menawarkan 4 kelebihan dibandingkan dengan sendmail yaitu : kemanan (security), performa (performance), keandalan (reliability), dan kemudahan (simplicity). Performa pengiriman email di qmail ditingkatkan menjadi 20 koneksi secara bersama-sama (simultan) serta untuk keandalan juga ditingkatkan, sehingga email yang diteriman akan dijamin menuju ke alamat yang sesuai.
Qmail relatif lebih aman dibandingkan sendmail, karena untuk melayani proses atau tugas, qmail menggunakan sistem modular, dimana setiap proses akan dilayani (dihandle) oleh modul yang terpisah dengan modul yang lain. Setiap modul berjalan dengan tingkat kemanan (security level) yang berbeda yang tidak berhubungan dengan modul yang lain untuk memastikan sistem email bekerja secara benar. Hal ini diharapkan untuk mencegah kemungkinan pengambil-alihan (take over) suatu sistem qmail secara keseluruhan. Karena setiap modul menggunakan tingkat kemanan yang berbeda, maka suatu kode yang mencurigakan (malicious code) hanya bisa mengambil alih suatu modul tanpa mengganggu modul yang lain.
Modul ucspi-tcp merupakan modul yang mengontrol relay dengan metode selektif relay yang bertujuan untuk mencegah SPAM dan penyalahgunaan SMTP. Dalam hal pengaturan struktur queue, qmail menggunakan skema quadratic back-off scheme. Dengan skema ini email yang lama dan menumpuk di antrian queue tidak akan berdiam lebih lama dalam direktori queue. Sedangkan dengan metode split direktori pada queue qmail, jika direktori ini membengkak menjadi besar, performancenya tidak akan turun.
Meskipun qmail dianggap sebagai suatu software yang simple, tapi untuk pemula pasti akan mengalamai kesulitan dalam hal mengkonfigurasi qmail. Karena menggunakan sistem modul yang terpisah, dan walaupun setiap modul merupakan suatu modul yang simpel, namun interaksi antar modul merupakan suatu hal yang komplek, rumit dan terkoordinasi dengan baik.
  • Mercury Mail Transport System
Mercury Mail Transport System dari Pegasus Mail merupakan MTA yang gratis untuk sistem operasi Novell dan Microsoft Windows. Mercury/32, versi yang digunakan dalam sistem operasi Windows hanya membutuhkan 1,5 MB ruangan disk dan sekitar 3MB memori maksimal supaya bisa beroperasi dan bekerja dengan baik. Mercury/32 mempunyai beberapa fitur, seperti integrasi dengan jaringan Novell dan mendukung protokol email yang ada saat ini. Selain itu, versi ini juga kaya akan dukungan terhadap mailing-list dan metode pengiriman surat ke banyak alamat email (mass mailing), termasuk notice board, automatic list subscription and unsubscription, pengiriman file dengan email, pencarian daftar alamat, dan pengoperasian mailing list secara remote. Karena Mercury/32 sangat kecil ukurannya, maka pada versi standar beberapa fitur standar dari sebuah email server tidak disertakan. Dalam hal ini seorang administrator email harus menggunakan software dari pihak ketiga (third-party software), yang bisa dibuat untuk menambahkan fitur maupun automasi terhadap proses kelangsungan mail server.
Salah satu kekurangan Mercury/32 pada WindowsNT/W2K adalah tidak mendukung sebagai aplikasi email server tersebut kedalam integrasi sebagai NT service. Pembuatnya (developernya) menganjurkan untuk menggunakan utility SRVANY dari NT Resource Kit. Meskipun utiliti ini sangat berguna, namun tetap saja merupakan salah satu kekurangan Mercury/32 sebagai sebuah mail server yang berdiri independen.
Dalam hal keamanan (security), Mercury/32 menggunakan model kontrol berdasarkan komputer (machine) dan pengguna (users) untuk mengontrol semua servis atau modul-modul di server. Seorang administrator juga memungkinkan mengeblok alamat email yang diketahui mengirimkan SPAM atau alamat email yang tidak diinginkan oleh user. Mercury/32 juga cocok bagi para pemakai internet dengan menggunakan dial-up sebagai koneksinya. Pengaturan penjadwalan (scheduling manager) memungkinkan seorang administrator untuk mengontrol waktu koneksi serta penggunaan koneksi dial-up.
  • Microsoft Exchange Server
Microsoft Exchange server adalah sebuah MTA sekaligus sebuah groupware yang dibuat oleh perusahaan Microsoft Corporation. Pada Microsoft Exchange Server 2002 ada 3 tujuan utama dalam hal fitur yang ditawarkan, yaitu :Kendalan (reliability), skalabilitas (scalable) dan pengaturan (manageable)
Integrasi yang menyeluruh dalam proses bisnis dengan menggunakan sistem berbasis web (web based interface)
Akses terhadap semua fasilitas Exchange dimanapun dan kapanpun
Dalam rilis versi ini, microsoft telah menambahkan bebera macam teknologi, seperti dukungan terhadap XML serta hubungan OLE DB dan ActiveX Data Objects (ADOs). Seperti diketahui OLE DB biasanya digunakan dalam membangun sebuah sistem aplikasi SQL Server, sedangkan ADO digunakan untuk mengakses kontrol data pada ODBC atau OLE-DB database. Disamping itu Microsoft juga menambahkan dukungan terhadap standar T.20 untuk kerja sama secara nyata (real-time collaboration) yang memungkinkan penggunaan konferensi data (data conferencing) dan penggunaan aplikasi secara bersama-sama (application sharing).
  • Mdaemon
Mdaemon merupakan sebuah MTA yang terdiri dari 2 buah versi, yaitu versi Standar dan Pro. Versi standar mendukung aplikasi standar sebuah email server, sedangkan versi professional menawarkan fungsi server email standar serta beberapa fitur tambahan seperti dukungan terhadap banyak domain (multi domains) dalam satu buah server dan IMAP yang sangat sesuai untuk sebuah ISP maupun perusahaan pada tingkat enterprise.
Pada kenyataannya development dari software ini adalah berdasarkan permintaan dari pengguna (user), jadi kebanyakan fungsi standar sudah cukup untuk melayani suatu sistem email. Untuk mengkonfigurasi server dapat dilakukan secara lokal dengan menggunakan tampilan grafis, atau menggunakan remote acces dengan MDConfig atau Webconfig. Pada saat instalasi, biasanya ditentukan pula fitur-fitur tambahan, seperti auto-responder, forwarding, server-side mail filtering, threading options, dukungan terhadap LDAP, anti SPAM , ATRN, extensive alias options, dukungan terhadap SMS gateway, dan lain-lainnya. MDaemon juga menyertakan fungsi mailing-list yang mempunyai fitur banyak. Sedangkan batasan pada penggunaan jumlah user di MDaemon adalah 50.000 user. Pada kedua versi tersebut diatas, disertakan pula email yang berbasiskan web (web based email) yaitu, WorldClient, yang memungkinkan pengguna dapat mengkases emailnya dari manapun dan kapanpun. MDaemon didesain untuk dijalankan pada semua sistem operasi Windows (kecuali versi 3.1), tapi tidak untuk Unix dan Mac. Hardware minimal yang dibutuhkan adalah mesin 486 dengan 16 MB memori RAM, tapi untuk hasil yang baik dan signifikan diperlukan hardware yang lebih dari itu.
  • Zimbra
Zimbra merupakan sebuah aplikasi kolaborasi, modern dan memiliki inovasi. Merupakan aplikasi open source yang punya banyak kelebihan. Zimbra adalah software open source untuk email server dan kolaborasi (groupware), yang menyediakan solusi email server yang powerful, penjadwalan dan kalender grup, kontak dan manajemen penyimpanan dokumen via web. Zimbra server tersedia untuk Linux, Mac OS X dan platform virtualisasi. Zimbra menggunakan klien Ajax Web 2.0 yang dapat dijalankan pada browser Firefox, Safari dan Internet Explorer (6.0+) dan IE serta mudah diintegrasikan dengan portal web API, aplikasi bisnis dan VoIP menggunakan web services.
Zimbra pada dasarnya sekelas dengan aplikasi Microsoft Exchange Server. Bedanya, Zimbra tersedia dalam 2 edisi, yaitu Open Source Edition dan Network Edition. Zimbra Open Source Edition menggunakan lisensi Mozilla Public License yang salah satu butir lisensinya menyatakan bahwa perubahan atau modifikasi yang dilakukan pada kode sumber Zimbra harus dikembalikan pada komunitas. Zimbra Server terdiri dari gabungan berbagai software Open Source, yaitu : Postfix, MySQL, OpenLDAP, Anti Virus Clamav dan Anti Spam SpamAssassin.

POP 3
POP3 (Post Office Protocol version 3) adalah protokol yang digunakan untuk mengambil surat elektronik (email) dari server email.
Protokol ini erat hubungannya dengan protokol SMTP dimana protokol SMTP berguna untuk mengirim surat elektronik dari komputer pengirim ke server.
Protokol POP3 dibuat karena desain dari sistem surat elektronik yang mengharuskan adanya server surat elektronik yang menampung surat eletronik untuk sementara sampai surat elektronik tersebut diambil oleh penerima yang berhak. Kehadiran server surat elektronik ini disebabkan kenyataan hanya sebagian kecil dari komputer penerima surat elektronik yang terus-menerus melakukan koneksi ke jaringan internet.
POP atau Post Office Protocol, sesuai dengan namanya merupakan protokol yang digunakan untuk pengelolaan mail. POP yang sekarang lebih umum dikenal dengan POP3 (POP – Version 3), dimaksudkan untuk mengizinkan client untuk mengakses secara dinamis mail yang masih ada di POP3 server. POP3 menawarkan pada user untuk meninggalkan mail-nya di POP3 server, dan mengambil mail-nya tersebut dari sejumlah sistem sebarang. Untuk mengambil mail dengan menggunakan POP3 dari suatu client, banyak pilihan yang dapat digunakan seperti Sun Microsystem Inc.’s Mailtool, QualComm Inc.’s Eudora, Netscape Comm. Corp.’s Netscape Mail dan Microsoft Corp.’s Outlook Express.
POP3 tidak dimaksudkan untuk menyediakan operasi manipulasi mail yang ada di server secara luas. Pada POP3, mail diambil dari server dan kemudian dihapus (bisa juga tidak dihapus). Segala sesuatu tentang protokol POP3 ini dibahas dalam RFC (Request For Comment) 1725. Protokol yang lebih tinggi dan lebih kompleks, yaitu IMAP4, dibahas dalam RFC 1730.

  • Mode POP3
Ada dua jenis mode pada POP3 yaitu mode offline dan mode inline. Pada mode offline, POP3 mengambil dan kemudian menghapus mail yang tersimpan dari server. POP3 bekerja dengan baik pada mode ini, karena terutama memang didisain untuk berlaku sebagai sebuah sistem mail yang memiliki sifat “store-and-forward”. Server, pada mode offline, berlaku seperti sebuah tempat penampungan yang menyimpan mail sampai user memintanya.
Pada mode inline, POP3 akan mengambil mail dari server tanpa menghapus mail yang sudah diambil tersebut. Mode ini lebih disukai oleh user yang sering berpindah tempat (nomadic user) karena memungkinkan mereka untuk melihat mail yang sama dari tempat atau komputer yang berbeda. Akan tetapi untuk nomadic user yang selalu bekerja dan bepergian dengan selalu membawa notebook, dan tetap menginginkan agar mail miliknya yang ada di server tidak dihapus, tentu saja menginginkan agar setiap kali mengambil mail tidak semua mail yang akan terambil, tapi hanya mail yang belum pernah dia lihat saja yang akan diambil. Keinginan user seperti ini dapat dipenuhi dengan menggunakan informasi pada client yang memungkinkan untuk memberi tanda mail yang sudah pernah dilihat. Setiap client layanan POP3 yang mendukung mode inline akan menyimpan informasi ini dalam sebuah file. Pada user yang menggunakan Netscape Mail, file yang menyimpan informasi ini adalah file popstate.dat, yang biasanya terdapat di /Program Files/Netscape/Users/Mail. File tersebut memberi tahu mail yang mana saja yang sudah diambil sehingga tidak perlu diambil lagi. Jika file ini dihapus maka tentu saja pada pengambilan mail berikutnya semua mail akan terambil. Contoh isi file popstate.dat untuk seorang user yang memiliki login misalnya ‘wandi’ di POP3 server students.itb.ac.id adalah sebagai berikut :
# Netscape POP3 State File
# This is a generated file! Do not edit.

*students.itb.ac.id wandi
k c67ee091087ed814337b4cb31e0d488c
k 8541822a98e890b88d8299d034993f61
k 652e17a1c984e610e4e55257c07b6ff4
Pada file ini kode dibelakang huruf k merupakan unique-id. Unique-id ini secara unik mengidentifikasi sebuah mail dalam maildrop sehingga masing-masing mail memiliki unique-id yang berbeda. Jika misalnya mail kita yang berada di komputer lokal sudah terhapus sedangkan kita ingin membacanya lagi, maka sebelum kita mengambil maildrop dari server, file popstate.dat ini harus dihapus terlebih dahulu. Apabila kita belum menghapus file tersebut maka akan ada pesan : “ no new messages on server “, yang diberikan oleh Netscape Mail. Untuk pemakai Eudora, file yang menyimpan informasi ini adalah file lmos.dat, sedangkan untuk pengguna Outlook Express biasanya menggunakan file pop3uidl.dat.
  • Operasi Dasar POP3
Pada awalnya, server memulai layanan POP3 dengan mendengarkan permintaan pada TCP port 110. Ketika sebuah client meminta layanan tersebut, maka terjadilah hubungan TCP dengan server. Pada saat hubungan dimulai, POP3 server mengirim greeting (kata pembuka). Setelah itu client akan memberikan command (perintah) ke server dan POP3 server akan memberikan response (jawaban) sampai hubungan ditutup atau digagalkan. Perlu diingat bahwa user tidak memasukkan perintah ini, tapi software dari client-lah yang mengirim perintah ini ke server.
Perintah-perintah di POP3 terdiri dari sebuah keyword yang tidak case sensitive (tidak mempersoalkan huruf kapital ataupun tidak), yang dapat diikuti oleh satu atau lebih argument. Keyword dan argument masing-masing dipisahkan oleh karakter SPACE (spasi). Keyword terdiri dari tiga atau empat karakter, sedangkan tiap argument dapat mencapai 40 karakter. Jawaban di POP3 terdiri dari sebuah indikator status dan sebuah keyword yang dapat diikuti oleh informasi tambahan. Ada dua indikator status : positif (“+OK”) dan negatif (“-ERR”). Server harus memberikan jawaban +OK dan -ERR dalam huruf kapital. Pada perintah tertentu, server akan memberikan jawaban yang terdiri dari beberapa baris.
Sebuah sesi hubungan POP3 dibangun melalui tiga tahap, yaitu tahap authorization, transaction dan update. Sekali hubungan TCP dimulai dan POP3 server telah mengirimkan greeting , maka sesi hubungan telah memasuki tahap authorization. Pada tahap ini client mengirim nama dan password user ke server untuk membuktian keaslian user tersebut agar dapat mengambil mail-nya. Ketika client telah berhasil membuktikan identitas dirinya, server akan memperoleh informasi yang berhubungan dengan mail yang dimiliki client tersebut, dan sesi kini memasuki tahap transaction. Pada tahap inilah terjadi proses penerimaan mail, penandaan mail untuk penghapusan, pembatalan penandaan untuk penghapusan, penampilan statistik mail atau perincian identitas mail. Pada saat client telah memberikan perintah quit untuk mengakhiri hubungan, maka sesi memasuki tahap update. Pada tahap inilah server akan menjalankan semua perintah yang diperoleh selama tahap transaction dan menutup sesi dan selanjutnya hubungan TCP ditutup.
Sebuah server harus menjawab perintah yang tidak dikenal, tidak diimplementasi, atau tidak sesuai dengan sintaksis dengan indikator status negatif. Server juga harus memberikan indikator status negatif, jika ada client yang memberikan perintah tidak pada tahap yang seharusnya. Tidak ada metoda umum yang dapat digunakan oleh client untuk membedakan antara server yang tidak mengimplementasikan perintah tambahan dengan server yang tidak dapat atau tidak bersedia memproses perintah tambahan tersebut.
Sebuah POP3 server mungkin memiliki autologout timer untuk client yang sedang tidak aktif dalam rentang waktu tertentu. Timer seperti ini harus paling sedikit memiliki rentang waktu 10 menit. Jika sebuah server menerima sebarang perintah dari client didalam rentang waktu tersebut, maka hal ini sudah cukup untuk me-reset autologout timer tersebut. Ketika waktu rentang timer sudah habis, tanpa ada aktivitas dari client maka sesi hubungan tidak memasuki tahap UPDATE. Server akan menutup hubungan TCP tanpa menghapus mail atau mengirim jawaban ke client.
Semua pesan yang disampaikan selama sesi hubungan POP3 harus disesuaikan dengan standar format dari Internet text messages. Internet text messages ini, secara terperinci dibahas dalam RFC 822.

IMAP (Internet Message Access Protocol)
IMAP adalah salah satu dari dua standar internet untuk protokol e-mail. Hampir semua arsitektur e-mail klien dan server modern mendukung kedua protokol sebagai sarana untuk mentransfer e – mail dari server, seperti yang digunakan oleh Gmail ke klien, seperti Mozilla Thunderbird, Apple Mail dan Microsoft Outlook.
IMAP memiliki berbagai keunggulan bila dibandingkan dengan POP3 antara lain:
· Memiliki 2 mode operasi : Connected dan Disconnected
· Banyak pengguna dapat tersambungkan dengan sebuah mailbox yang sama secara simultan
· Informasi berisikan status pesan
· Banyak mailboxes di dalam server
· Pencarian di bagian server
Namun IMAP juga memiliki beberapa kekurangan. Tingkat kompleksitas akan bertambah ketika menggunakan IMAP. Misalnya, beberapa klien mengakses kotak surat yang sama pada saat yang sama perlu dilakukan untuk meng-kompensasikan server-side workarounds seperti Maildir atau database backends.

SMTP (Simple Mail Transfer Protocol)
Merupakan salah satu protokol yang umum digunakan untuk pengiriman surat elektronik di Internet. Protokol ini dipergunakan untuk mengirimkan data dari komputer pengirim surat elektronik ke server surat elektronik penerima.
Protokol ini timbul karena desain sistem surat elektronik yang mengharuskan adanya server surat elektronik yang menampung sementara sampai surat elektronik diambil oleh penerima yang berhak.
SMTP bisa dianalogikan sebagai kantor pos. Ketika kita mengirim sebuah e-mail, komputer kita akan mengarahkan e-mail tersebut ke sebuah SMTP server, untuk diteruskan ke mail-server tujuan.
Mail-server tujuan ini bisa dianalogikan sebagai kotak pos di pagar depan rumah, atau kotak PO BOX di kantor pos. Email-email yang terkirim akan menempati di tempat tersebut hingga si pemiliknya mengambilnya. Urusan pengambilan e-mail tersebut tergantung kapan di penerima memeriksa account e-mailnya.
SMTP adalah protokol yang cukup sederhana, berbasis teks dimana protokol ini menyebutkan satu atau lebih penerima email untuk kemudian diverifikasi. Jika penerima email valid, maka email akan segera dikirim. SMTP menggunakan port 25 dan dapat dihubungi melalui program telnet. Agar dapat menggunakan SMTP server lewat nama domain, maka record DNS (Domain Name Server) pada bagian MX (Mail Exchange) digunakan.
Sendmail adalah Mail Transfer Agent pertama yang mengimplementasikan port 25. Kemudian, pada tahun 2001, ada sedikitnya 50 program Mail Transfer Agent yang mengimplementasikan SMTP baik sebagai client maupun sebagai server. Contoh Mail Transfer Agent yang populer adalah: Exim (ditulis oleh Philip Hazel), IBM Postfix, Qmail (ditulis oleh D.J Bernstain), dan Microsoft Exchange Server.
Karena protokol SMTP berawal dari protokol yang benar-benar berbasis teks ASCII, maka SMTP tidak bekerja terlalu baik dalam mengirimkan file-file binary. Standar untuk meng-encode file-file biner agar dapat dikirimkan lewat SMTP dikembangkan dan menelurkan standar-standar seperti MIME (Multipurposes Internet Mail Extensions). Saat ini, hampir semua SMTP server mendukung 8BITMIME, yang dapat mengirimkan file-file biner semudah mengirimkan file teks.
SMTP hanya protokol yang melakukan “push”, artinya dia hanya bisa mengambil email dari client tetapi tidak bisa melakukan “pull”, yaitu melayani pengambilan email di server oleh client. Pengambilan pesan atau email tersebut dilakukan dengan menggunakan protokol tersendiri yaitu protokop POP3 (Post Office Protokol) atau IMAP (Internet Message Access Protocol).

SPAM/JUNK EMAIL
Spam adalah nama yang sering dikenal sebagai suatu email yang tidak diinginkan masuk ke dalam mailbox. Para spammer sebagai orang yang mengirimkan Spam biasanya menawarkan produk yang dijual atau informasi lain yang tidak berguna bagi penerimanya. Cara termudah untuk memasarkan suatu produk ke banyak orang adalah dengan mengirim email tersebut.
Para spammer membuat database email dari mesin pencari situs web dan berita, meraka bahkan dapat membuat mesin pencari sendiri untuk meningkatkan efisiensi. Segera setelah alamat email anda dipublikasikan melalui situs web atau dalam newsgroup, email tersebut akan terindeks di dalam database para spammer.
Suatu alamat email memiliki nilai lebih atau kurang, tergantung sejauh mana responsifnya. Jika para spammer mengetahui bahwa ada seseorang yang benar-benar membaca email Spam, selanjutnya alamat email tersebut memiliki nilai lebih. Untuk melakukan verivikasi bahwa ada seseorang yang sedang membaca email Spam, para spammer menggunakan berbagai macam trik, setiap trik memasukkan nilai ke dalam alamat email.
  • Sebuah email spam dibuat dalam format HTML (seperti halaman web) dapat memiliki gambar-gambar, yang datang dari situs para spammer, dengan tanda yang spesifik. Ketika seorang pengguna membuka email, gambar tersebut akan masuk dan menginformasikan ke situs para spammer bahwa alamat email tersebut benar-benar valid (ada), dan suka membaca email Spam.
  • Pada bagian akhir dari setiap email spam, anda dapat menemukan suatu link ‘Click here to unsubscribe’ atau ‘Click here to be removed’. Dengan mengklik pada link-link tersebut akan menginformasikan kepada para spammer: ‘’Ok, i’m a real human user and i read Spams, please send me more’
Junk Mail adalah :
  • Jika didalam milis anda mendapat email yang berisikan pesan untuk mengajak anda bergabung kedalam MLM maka itu dapat dikategorikan Junk Mail.
  • Email atau pesan yang tidak dibutuhkan atau tidak kita kehendaki, kebanyakan Junk Mail itu bersifat promosi, iklan atau pesan-pesan yang menggangu.
Dampak buruk SPAM
Kalau tidak ada dampak yang besar dari SPAM, mungkin SPAM tidak akan sepopuler sekarang. Beberapa dampak SPAM, antara lain:
  • Waktu yang terbuang percuma. Dampak nyata yang dirasakan adalah waktu yang terbuang untuk mengidentifikasi dan membuang e-mail sampah ini. Kadang, secara tidak sengaja, e-mail bukan SPAM pun ikut terbuang, yang membuat persoalan menjadi tambah runyam.
  • Harddisk menjadi penuh. Harddisk yang penuh mengakibatkan mail server tidak dapat menerima e-mail lainnya; bahkan membuat sistem menjadi hang.
  • Pulsa telepon dan bandwidth. Bagi pemakai e-mail yang harus dial-up ke ISP, tentunya pulsa telepon dan biaya koneksi ke ISP menjadi membengkak akibat SPAM. Bagi perusahaan yang menggunakan koneksi tetap (fixed line) berarti jalur data (bandwidth) terbuang percuma dan dapat menggangu layanan lainnya yang lebih penting.
  • Virus dan Trojan. Bahaya lainnya datang dari virus maupun program Trojan yang menyusup dalam e-mail SPAM tersebut.
  • e-mail di blok. Banyak spammer (orang yang melancarkan spam) tidak menggunakan server e-mail sendiri untuk melancarkan aksinya, tetapi menggunakan server mail orang lain. Jika konfigurasi mail server kita memperbolehkan mail relay, akan berpotensi menjadi makanan empuk bagi spammer dan menjadikan mail server kita tercatat dalam daftar mail server terlarang. Akibatnya, kita tidak dapat mengirim e-mail ke orang yang menerapkan Anti-SPAM, yang menggunakan daftar ‘mail server terlarang’.
Cara mengurangi SPAM
Judul tulisan di atas sebenarnya terlalu optimistik, seolah-olah ada cara yang cespleng dalam mengatasi SPAM. Sampai saat ini, tidak ada satupun cara untuk menghilangkan SPAM, yang ada adalah mengurangi SPAM. Cara yang banyak digunakan saat ini adalah mengotomatisasikan proses pemilahan antara e-mail SPAM dan yang bukan SPAM dengan menerapkan teknologi filter.
Adapun hal-hal lain yang dapat membantu mengurangi SPAM adalah :
  • Jika mungkin, gunakan e-mail lain (selain e-mail untuk bisnis) sewaktu berkorespondensi untuk hal-hal di luar bisnis, misalnya mailing list. Banyak spammer menggunakan alamat dari mailing list untuk melancarkan aksinya.
  • Aktifkan anti-virus dan personal Firewall pada PC. Kebanyakan SPAM sekarang mengandung virus atau Trojan yang dapat menggangu sistem pada PC dan jaringan. Biasanya, program Trojan tadi digunakan untuk menyebarkan e-mail SPAM ke alamat lain yang tercantum pada address book.
  • Aktifkan anti-relay atau non aktifkan relay sistem pada server e-mail. Cara ini untuk memastikan bahwa e-mail server kita tidak dijadikan sasaran untuk tempat transit e-mail SPAM. Untuk mengetahui apakah mail server kita menerima relay dapat dicek melalui www.abuse.net/relay
  • Gunakan fitur dalam program e-mail yang dapat mengelompokkan e-mail. Program e-mail seperti Microsoft Outlook dan Eudora dapat mengelompokkan e-mail seperti mengelompokkan e-mail dari bos, dari internal, dari rekanan dan sebagainya. Dengan pengelompokan ini, walau tidak mengurangi SPAM sama sekali, kita dapat melakukan prioritas dalam membaca e-mail, dan e-mail yang penting tersebut tidak tercampur baur dengan SPAM e-mail.
  • Paul Wouters ( http://www.xtdnet.nl/paul/ ) menyarankan “NEVER buy anything that has been spamvertised. If you do, you are PART OF THE PROBLEM.”

Teknologi Anti-SPAM

Teknologi anti-SPAM, baik yang ada dan diusulkan saat ini, dapat dikategorikan menjadi empat kelompok yaitu filter, reverse-lookup, Challenge-Response (CR), dan kriptografi.
Teknologi Filter. Teknologi yang saat ini banyak digunakan. Filter digunakan untuk memilah e-mail SPAM dan yang bukan, berdasarkan beberapa kriteria antara lain alamat IP si pengirim, ada tidaknya kata-kata tertentu yang dikategorikan sebagai e-mail SPAM, dan kombinasi antara kata-kata tertentu beserta probabilitasnya atau yang dikenal dengan cara Bayesian filtering.
Ada salah kaprah dalam menilai teknologi filtering; banyak orang mengangap teknologi ini dapat menghentikan SPAM, padahal tidak! Teknologi ini hanya membantu memilah e-mail. e-mail SPAM tetap lalu lalang dalam jaringan, dan server mail tetap menerima e-mail SPAM. Bahkan, kebanyakan dari kita tetap perlu meluangkan waktu melihat junk mailbox yang berisikan e-mail SPAM untuk memastikan bahwa tidak ada e-mail yang sebenarnya diinginkan masuk dalam kategori SPAM.
Reverse-Lookup. Cara ini digunakan untuk mengatasi akar permasalahan e-mail aspal yang banyak digunakan oleh spammer. Dalam komunikasi mail menggunakan SMTP, mail server akan melihat indeks MX dari DNS untuk menentukan alamat IP dari si mail server tujuan. Analoginya, kalau kita mau mencari nomor telepon seseorang mempergunakan yellow pages (analogi untuk DNS) maka pertama kita mencari indeks nama orang tersebut (MX) baru mendapatkan nomor teleponnya (IP).
Tetapi, dalam SMTP, mail server si penerima tidak mengecek balik apakah alamat IP dari si pengirim telah sesuai dengan nama domain mail server-nya. Reverse-lookup mengusulkan mekanisme untuk melakukan pengecekan terbalik ini. Artinya jika mail server menerima e-mail dari misalkan pracoyo@ebizzasia.com dengan alamat IP 10.0.0.1 maka si mail server penerima akan mengecek apakah alamat IP 10.0.0.1 merupakan alamat dari mail server ebizzasia.com; jika ya, e-mail diterima, sebaliknya jika tidak e-mail ditolak.
Cara ini, yang disponsori oleh beberapa organisasi seperti IETF, dan Micorosoft, dan direkomendasi oleh Anti-Spam Technical Alliance (ASTA), kelihatannya cukup menjanjikan untuk menghentikan e-mail aspal. Tetapi, masih ada kendala dalam penerapannya. karena masih banyak institusi, perusahaan dan individu yang menggunakan IP dinamik dalam mengirim e-mail. Cara ini pun tidak menghentikan e-mail SPAM yang berasal dari alamat yang sah/asli.
Challenge-Response (CR). Server mail yang menerapkan CR akan mendaftar setiap pengirim yang ‘sah’. E-mail dari pengirim baru akan ditunda pengirimannya. Selanjutnya mail server akan mengirim challenge kepada si pengirim untuk meminta balasan e-mail atau meminta mengetikkan atau mengklik pada situs tertentu sebelum e-mail benar-benar diterima. Cara ini secara tori akan menghentikan atau mengurangi e-mail aspal. Tapi ada masalah sehingga cara ini jarang digunakan. Yaitu, jika baik si pengirim maupun si penerima sama-sama menerapkan CR maka e-mail tidak akan pernah terkirim atau dikenal sengan istilah CR deadlock.
Kriptografi. Cara ini menggunakan teknologi Public Key Infrastructure (PKI) yang dipergunakan untuk mengautentikasi si pengirim. Cara ini pun mempunyai kendala dalam penerapannya secara global.

Penulis : Unknown ~ Sebuah blog yang menyediakan berbagai macam informasi

Artikel Tentang Email ini dipublish oleh Unknown pada hari Jumat, 09 Maret 2012. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.Terimakasih atas kunjungan Anda silahkan tinggalkan komentar.sudah ada 0 komentar: di postingan Tentang Email
 

0 komentar:

Posting Komentar